Yang menggerakkanmu adalah impian, tujuan, cita-cita. Yang air matamu akan berlinang ketika kau berpikir, merasa dan mengira sudah tak mampu untuk kau raih, itulah impian, berbeda dengan mimpi. Mimpi milik para apatis, mereka sekedar ingin, berkhayal tanpa tindak lanjut yang terstruktur. Jika engkau tak punya impian, jangan harap ada gerakan, kemajuan dan perubahan. Kau akan stagnan ibarat motor tak berbensin. Bersihkan hati dan pikiranmu agar engkau mampu membaca kompleksitasnya problem kehidupan. Sudahlah, jurang yang terjal itu sudah banyak diisi oleh para pendahulumu. Jika engkau berani mencoba menggali lubang, menguliti setiap kenangan kegagalan sejarah, maka berikutnya engkau yang akan masuk. Sudahi kekhawatiranmu seperti aku mengkhawatirkanmu. Sudah waktunya engkau terbang tak terpaksa. Kepakkan sayapmu, nikmati prosesmu, karena sejatinya kerja adalah proses perealisasian diri bagi setiap manusia merdeka. Ingatlah, sebelum aku benar-benar mati.
Penulis Anak Luwu Community